Minggu, 24 Mei 2009

new entry

DjakartsPunk5treet

Hujan turun dengan deras

“Jadi kau benar akan pergi?”Evan adik Noufal

Noufal yang berdiri sambil menundukkan kepala di depan Evan hanya mampu terdiam membisu.

Kemudian dia berjalan sambil tetap menundukkan kepala kearah Evan dan berkata di sebelah Evan

“Jaga ibu dan adik baik- baik.”ucap sedih seorang Noufal

kemudian ditengah hujan yang deras Noufal-pun pergi entah kemana.

Evan hanya terdiam sepeninggalan Noufal.

Tap…tap…tap…suara langkah kaki Noufal menyusuri gelapnya statiun pada malam yang gelap diselangi hujan deras

Kemudian dia memojokkan tubuhnya di sisi tembok. Sesaat ada suara lain yang seakan mengawasinya. Noufal yang takut hantu tiba- tiba serentak semuanya berdiri.eitzzz jangan kebanyakan dirinya ntar beneran diri semua lagi.hihihh

Tiba- tiba suara langkah kaki terdengar dari hausnya kegelapan. Suara itu semakin mendekati Noufal. Noufal semakin takut, tiba- tiba seberkas sinar nyala dari tengah- tengah kegelapan dari nyalanya sinar lampu. Hanya sesaat kemudian mati lagi

“Yah ko mati lagi. Dasar senter sialan.”kata seseorang dalam gelap

Noufal semakin takut lantaran setelah sinar barusan nyala diselingi suara dalam kegelapan. Noufal lalu menundukkan kepalanya. Lalu....

“Nah!! Baru nyala khan lu nter...”

“WAAA....!!!”teriak Noufal seraya suara seseorang yang bicara barusan dan cahaya yang tadi menyala kembali dan ditambah kepala seseorang yang disinari cahaya lampu dari bawah(itu karena senternya)

“diam- diam!!berisik sekali. Dasar penakut.”kata orang tersebut

“WAAA...”Noufal semakin kencang berteriak lantara orang tersebut bicara kepadanya

Setelah itu cahaya lampu di stasiun tersebut nyala terang sekali. Ternyata segerombolan pemulung dan sbb tinggal dan menginap disana.

“Ada apa ini malam- malam lamlah ribut dew.”kata orang yang satunya gy

“Ini ada pemulung baru tapi dia takut kegelapan.”kata orang sebelumnya

“hei hei hei, siapa yang bilang kalau w hantu, enax ajah.”Noufal nyaut

“lah trus koe arep ngopo neng kene dewean.”balas pemulung yang pertama

“aku arep mabur nenk kuto Djakarts city.”jawab Noufal

“Hehmph, jangan mimpi koe!”sindir pemulung yang kedua

“memangnya kenapa?!ga boleh?!hah?!”saut lagi Noufal

“Harusnya kami yang bertanya, memang kenapa kau ingin kesana?”tanya pemulung yang pertama

“apa kau sedang ribut dengan orang tuamu?”trus pemulung yang kedua

“yang pasti ada alasannya aku ingin mabur ke kuto dan tak pantas aku menceritakannya dengan orang yang tak ku kenal.”jelas Noufal

“kau punya uang?”kata pemulung yang kedua

“Tak punya, mang kenapa seh?!”jawab Noufal

“Yaud, kalau ga cerita, jangan harap kami akan membantumu.”

“Ok ok ok, w bakal cerita.”

Kemudian beberapa orang berkumpul mendengarkan cerita Noufal dengan seksama. Lalu sesaat kemudian.

“Woi?!Siapa seh yang nyalain lampu. Ga tahu apah w gy tidur.”kata pemulung lainnya

“Mav2 yaud matikan saja.”kaota pemulung yang pertama

hiden camera dinyalakan semakin lama semakin mejauh menambah seninya

pagipun tiba, saat semuanya bangun dan banyak orang2 yang ingin naik kereta. Strategipun dimulain. Semuanya bersiap di posisi masing2.

“Kancil satu siap?macan putih siap?buaya ompong siap?ganti”kata pemulung yang pertama

“Kijang 2 siap. Ganti.”pemulung yang kedua

“macan satu ready. Ganti.”pemulung yang ketiga

“Buaya ompong siap. Ganti”kata Noufal

“kenapa seh mesti pakai nama2 hewan yang ga jelas segala.”kata Noufal dalam hati

“EVO!!!!!keluar sekarang dan karena kau masih tak berubah ibu kasih hukuman yang lebih berat lagi. Pel seluruh lantai sekolah sampai bersih!!”Ucap guru dengan marahnya mulut terbuka lebar

“Haaa!!!”dengan mulut terbuka semua murid yang ada di kelas

“Baiklah.”ucap Evo seperti menyepelekan kata- kata ibu guru dengan tangan kanannya di belakang kepala diapun keluar dari kelas

Tapi bukan untuk mengerjakan tugas yang diperintahkan oleh guru malah pergi keatap sekolah untuk bersantai

Ditengah jalan bertemu dengan Gadis dan Dara murid kelas IPA 2, meski kakak kelas tapi diam- diam Gadis menyukainya. Mukanya memerah begitu melihat Evo berjalan melewatinya

“Wah..mukamu memereah lagi tuh?!sudah tembak saja sanah..”tegas Dara menggodanya

Gadis hanya bisa terdiam dan menahan wajahnya yang merah merona.

Kemudian di rumah penjaga sekolah ada seseorang yang sedang memohon -mohon untuk diterima di keluarga penjaga sekolah

“Paman, kumohon terimalah aku. Aku janji bila aku di terima dalam keluarga paman,aku akan berbakti kepada paman.”sambil terus memohon dan memandang dengan tatapan melas

“Soal SPP paman tak usah cemas, aku akan mencari uang sendiri untuk membayarnya, tapi yang terpenting adalah rumah dan keluarga, paman. Tolong bantu aku paman.”dengan wajah penuh harapan

Evo turun untuk mendekat, ingin mengetahui apa yang terjadi sebenarnya

Semua terdiam, anak dan ibu keluarga penjaga sekolah. kemudian

Dengan mata terpejam lalu terbuka kembali dengan sanyum pasrah,”Baiklah kau boleh tinggal di sini untuk sementara.”

Seperti orang ketiban durian runtuh mata berbinar- binar mulut ternganga dan pipi yang sedikit merah,”Apa paman?!Apa itu benar?!, Jadi aku boleh tinggal disini paman?! Asyikkk.”lalu di melompat kegirangan dengan musik yang riang pula

“Jangan senang dulu, sebelum itu aku akan mengujimu.”musik berubah bapak penjaga sekolah dengan gaya sedang menasehati tapi tetap tersenyum

“Permainan nasib. Baik kalau begitu, lagipula tidak seru kalau langsung diterima. Apa tantangannya paman?”tanya Noufal dengan PD-a

“Kau harus mengepel seluruh lantai di seluruh gedung sekolah ini.”

“Hikkkkk.” Semua kaget begitupun Evo dan Noufal

“Bagaimana?kau terima anak muda?”tanya bapak penjaga sekolah

“Baik. Tidak masalah. Hanya gedung ini sajakan?”dengan PD-a lagi

“Apa dia ingin melakukannya, tapi bila ia sungguh- sungguh maka nanti ketahuan kalau aku tidak mengerjakan tugas mengepel dari guru, bagaimana ini. Harus segera ku cegah.”Evo dengan muka cemas

Kemudian dia turun dan mulai berbicara. Semua memandang Evo

“Evo, untuk apa kau kesini di saat jam pelajaran tengah berlangsung?”tanya paman penjaga sekolah

“Ah tidak apa- apa, hanya sedang berjalan- jalan saja.”Jelas Evo

“Berjalan- jalan..???”Tanya semuanya dalam hati masing- masing

“Baiklahku jelaskan. Kalau paman sudah tahu perangaiku, pastilah paman tahu aku kesini untuk apa?”dengan yakinnya tapi tatapannya mengarah ke Noufal

“Apa kau diperintahkan guru lagi untuk membersihkan wc atau gudang?”tanya paman penjaga sekolah meyakinkan

“Bukan itu, kali ini. Sekarang aku di suruh untuk mengepel lantai seluruh gedung sekolah.”ucap Evo

“Wah sayang sekali kalau begitu, bagianmu telah ku ambil alih ya.”Noufal menyambar dengan senyum liciknya

“Maaf ya tapi itu tidak akan ku biarkan. Bila ketahuan kalau bukan aku yang mengepel, maka aku yang kena hukum yang lebih berat lagi oleh guruku.”bantah Evo dengan kesalnya dan memandang Noufal dengan sinisnya

“Tapi bila aku yang tidak mengerjakannya maka aku tidak dapat diterima dalam keluarga ini.”balas Noufal tidak mau kalah

Keduanya tatapan mata dari dekat

“Sudah- sudah kalau begitu bagaimana kalau kita adakan sebuah pertandingan.”sahut ibu penjaga sekolah

Semua terdiam, Evo dan Noufal memandang kearah ibu penjaga sekolah

Dengan sedikit batuk sengaja,“Uhuk…Begini ada 3 lantai di dalam gedung sekolah. Evo dan Noufal akan di tempatkan di lantai teratas dan lantai dasar gedung sekolah kemudian siapa yang lebih dulu sampai ke garis finish yang berada di lantai kedua maka dialah pemenangnya. Bagaimana?”penjelasan ibu penjaga sekolah

“Hei- hei tunggu dulu. Bagaimana bila aku yang menang?”sahut Noufal ke ibu penjaga sekolah

“Apa maksudmu mengatakan hal itu?”marah Evo

“Maksudku bila aku menang aku memang dapat di terima dalam keluarga paman tapi dia juga meraih keuntungan karena sebagian tugasnya telah kuselesaikan, tapi bila ia yang menang maka aku yang lebih merugi karena tak dapat diterima di keluarga ini kemudian dia juga telah selesai dengan tugasnya. Hal ini tentu saja tidak dapat diterima begitu saja.”jelas Noufal dengan nada yang sedikit kesal

“Benar juga. Begini saja bila Evo kalah. Evo harus mengaku kepada guru kalau bukan dia yang mengerjakan seluruh tugas mengepelnya, dengan begitu Evo akan mendapat tugas baru yang ku yakin lebih sulit lagi. Bagaimana, kau puas?!”ucap anak penjaga sekolah(dia perempuan lho)

Semua diam

“Mari kita lakukan?!”lanjut anak penjaga sekolah

“Deal.”serempak Evo dan Noufal sambil memukulkan kedua tangannya

Kemudian mereka berada di tempat masing- masing sambil pemanasan. Ibu penjaga sekolah bersama Evo berada di bagian bawah gedung sekolah sedangkan Noufal berada diatas gedung sekolah. Dan yang berada di tengah- tengah lantai terjaga anak dari penjaga sekolah tersebut. Evo bersiap dengan skateboardnya dan Noufal dengan AT’a dan tentunya dengan kain pel di tangan mereka berdua.

Dengan walki talkinya paman dan bibi serta anak perempuannya saling memberikan isyarat tanda permainan akan dimulai.

“Tes tes..Nek, bagaimana keadaan disana?Ganti”ucap Monika

“Sudah siap.Ganti”jawab Nenek

“Roger.Kek,bagaimana dengan posisi kakek, sudah siap?!Ganti” Ucap lagi Monika

“Siap!Ganti” jawab kakek

“Kalau begitu pertandingan bisa kita mulai sekarang.”

“Seperti pertandingan resmi saja.”keluh Evo

aba- aba diberikan melalui walki talki kepada kedua pemain.

“SIAP!!!”keduanya mengambil posisi seperti lari jarak pendek dengan tangan memegangi pelnya

“BERSEDIA!!!”mengangkat pantat mereka sedikit keatas

“GOOOO.....!!!”

keduanya belari sambil mengepel lantai dengan cepatnya, melakukan gerakan bolak- balik dari ujung ke unjung lorong sampai keduanya selesai dan melanjutkan kelantai tengah, sempat membuat kegaduhan sampai suaranya kedalam kelas. Bertatapan muka dengan amarah yang membeludah dan semangat untuk menang. Mereka kemudian berlari sungguh cepat sambil mengepel terus sampai garis finish. Hasil seri dicapi mereka berdua

“FINISH..!!!”

“Kalian berdua mencapai hasil seri.”ujarnya

“APAAA...!!”teriak Noufal dan Evo berbarengan

“Tidak mau tidak mau.”tegas Evo

“Lu kira w mau?!”bantah Noufal

“yayaya...bicara sesuka kalian tapi itulah hasilnya...”

tak lama kemudian kakek dan nenek datang

“Bagaimana pertandingannya..?”

“yayaya, siapa yang jadi pemenangnya cucuku??”

“Hasilnya seri?!”kaget nenek

“Apa seri!!?”sang kakek

“Wah kalau begitu sayang sekali yua..”lanjut nenek

“Jadi gimana neh?!harus ada yang jadi juaranya kan kalian juga sudah berjanji bagaimana pertanggungjawabannya karena setengahnya w yang ngerjain!”tanya Noufal dengan lelahnya

“Mau diapain lagi kita cari pertandingan baru?gimana,setuju?!”

“iya tapi apaan?!”

lalu semuanya berfikir dengan keras kemudian sang kakek mendengar suara dari luar jendela. Melongok dan ia melihat tukang sap sekolah yang sedang mengerjakan tugas hariannya menyapu halaman sekolah

“Nah itu dia solusinya.”

“Apaan kek?!”tanya Monika

“Kita kebawah sekarang, perlombaannya adalah ‘Sau bersih Lapangan Sekolah’ hehehhe.”

Kedua pemuda sudah lemas mendengarnya. Tak berapa lama mereka semua telah sampai dibawah, sang kakek meminjam dan memerintahkan tukang sapu itu membawa 1 buah gagang sapu lagi.

“Sambil menunggu Pak Dadang datang membawakan sisa sapunya, ku jelaskan peraturannya terlebih dahulu tapi sebelum itu, Monika kemari sebentar.”

“Ada apaan sih...?!tanyanya dengan malasnya

“Coba kau hancurkan tumpukan sampah- sampah yang ada disitu.”

“Hei..!?kasian Pak Dadang kan kakek”Protes Monika

“Kau tenang saja, mereka berdua yang akan membereskannya.”

“Ohhh..jadi begitu,,baiklah tunggu sebentar.”

“Sebenarnya apa yang sedang kau rencanakan pak tua??”tanya nenek

lalu Monika menghambur- hamburkan sampah dan membuatnya tak berbentuk kembali

“Ohh...jadi begitu.”

“Ibu sudah mengerti sekarang?”

“yayaya..aku sudah mengerti sekarang.”

Kedua bocah yang melihat monika melakukan hal itu sudah tahu apa yang harus mereka lakukan sebentar lagi dan lemas. Evo menempelkan tangannya kemukanya sambil menunduk, Noufal melemaskan kedua tangannya dan menunudukkan kepalanya

“Sakit!!neh keluarga.”ucap Evo sambil menujuk- nunjukkan tangan kanannya

“Kayanya w bakal nyesel kalo ntar menang.” Ujar Noufal sambil mengeleng- gelengkan kepalanya

“Hayoo...pertandingan akan segera dimulai.”

“Pertarannya mudah saja, siapapun yang berhasil mengumpulkan sampah lebih banyak dialah yang menang.”

“Izin bertanya pak?”

“Izin diberikan.”

“Bagaimana cara perhitungannya?”

“Cara perhitungannya adalah dengan membanndingkan tumpukan kalian berdua. Bagaimana sudah jelas?”

“Jelas Pak.”

“Baik kalu bergitu pertandingan segera kita mulai.”

Sesaat kemudian bel istirahat berbunyi. Semua murid keluar untuk bersantai, saat keluar kelas mereka dikejutkan oleh lantai yang mengkilat.

“Wah lihat lantainya bersih sekali, w ampe bisa ngaca.”

“Wah kau benar.”

Ada yang pergi ke taman ada yang ingin pergi bermain bola, basket, skateboard. Tapi setelah melihat ada dua bocah yang berdiri tepat ditengah lapangan, semuanya langsung terdiam.

“Hei...apa- apan ini. Itu kan Evo, tapi siapa yang berada disana?”kata seseorang yang ingin pergi bermain bola

“Aku tidak tahu.”

“Hi kalian!! Keluar dari arena pertandingan, lebih baik cari kursi penonton jangan terlalu dekat.”

“Hei kek sebenanya ada apa ini, kami ingin bermai bola.”sahut anak itu sambil memegang bola ditangannya

“Hari ini tak ada jadwal untuk main bola, seluruh lapangan telah disewa untuk pertandingan lain, lebih baik kalian segera menyingkir.”jawab kakek

“Apa- apaan seh kakek itu, seenaknya saja mengusir kita, yasudah ayo kita main skateboard saja di taman belakang.”

Lalu semuanya pergi, guru- guru pun melihat kejadian itu, tiba- tiba terdengar suara anak dari semua penjuru kelas, ternyata itu kerjaannya Dani 1- 4 sang bandit sekolah yang kerjaanya hampir sama dengan Evo 1- 2 tapi dia lebih terorganisir, kini dia menyadap sound sekolah untuk kesengannya

“Baiklah saudara- saudara sekalian sebentar lagi kita akan melihat sebuah pertandingan, dimana keduanya telah bersiap diposisinya masing- masing. Dalam pertandingan kali ini yang akan dilombakan adalah kebersihan, jadi siapapun yang berhasil menigumpulkan sampah paling banyak dialah pemenangnya.”

Semua penjuru kelas yang dapat menghadap kesisi lapangan kini telah terisi penuh oleh para siswa yang ingin menonton. Disisi lain pertandingan ini menjadi tempat perjudian yang digawangi oleh Gembel Kelas 1- 7. uang bertumpuk menjadi dua. Satu sisi untuk bertaruh kepada Evo dan satu sisi lain bertaruh kepada anak yang tak jelas asal usulnya tersebut.

“Apa- apaan ini?!”Ucap seorang guru kepada salah seorang murid

“Kami juga tidak tahu bu, tiba- tiba saja jadi seperti ini.”jawab sang murid

tak lama kemudia seorang guru lelaki lewat bernama Eric Sadan

“Pak Eric, Bapak harrus segera melakukan sesuatu.”

“Tenang Bu Helen biar saya lihat dulu apa yang sebenarnya tengah terjadi.”

Kemudian Pak Eric melongok keluar jendela melihat Evo dan Noufal,”Sepertinya tidak akan terjadi apa- apa, ibu tak perlu begitu khawatir ya.”

“Tak khawatir bagaimana, Pak Eric, hal ini bisa mengganggu proses belajar mengajar anak- anak bapak tahu itu.”marah sang ibu

“Meskipun begitu membiarkan tumbuh kembang anak juga penting lho bu.”lanjut pak Eric

“Dari sudut mananya tumbuh kembang anak!”sahut Bu Helen

“Meskipun begitu bicara bagaimanapun ibu takkan mengubah apapun, toh bukan saya yang memegang kuasa disekolah ini khan.”dengan santainya

“Huh bapak ini!”keluh Bu guru

lalu Bu Helen meninggalkan Pak Eric dan pergi ke ruang guru. Pak Eric tetap disitu untuk menonton pertandingan.

“Seperti apa yua pertandingannya, sudah lama juga tak melihat yang resmi begini. Seperti waktu muda dulu. Lagipula anak aneh itu menarik perhatianku, auranya berbeda dari orang kebanyakan, apa dia juga punya itu.”dalam hati pak Eric

“Hei Paman bagaimana, jadi tidak pertandingannya?”tanya

“Ia akan segera ku mulai. Mang Dadang belum kembali juga ini.”

“Kakek, sudah semuanya neh.”

Kemudian Mang Dadang datang

“Hei apa- apaan ini Kek, kenapa sampahnya kau beginikan lagi, jadi susah lagi aku membereskannya!?”

“Hei Mang Dadang, kau tenang saja tak usah khawatir, anak- anak muda ini yang akan menyelesaikannya, jadi kau duduk manislah sana.”

“Yang benar?!apa mereka sanggup, ini tak mudah seperi yang kelihatannya lho..”

“Sudah- sudah sana ang Dadang mending lekas pergi deh!”Usir Monika

“Ia- ia mang Dadang pergi.”

“Iets kemarikan sapunya.”sahut sang kakek

“Ia- ia ini.”

Kemudian diberikannya sapu itu

“Hei Evo tangkap.”

“Bagaimana kalian siap?!”

“Dari Tadi!!!” serempak mereka berdua

“Kakek terlalu lama persiapannya.”

“Yasud, kuberi aba- abanya.”

“Bersedia...”

“Ya ternyata pertandingan akan segera dimulai rupanya, kita akan saksikan bersama- sama apa yang akan terjadi.”

“Siap...”

“Ya.”

“Keduanya berlari mengahampiri......dan.....”

Gupak!!!terjadi adu sapu, ternyata mereka bertarung satu sama lain sambil terus membereskan sampah- sampah, dan semuanya ada yang tercengan, bersorank, memberi dukungan kepada masing- masing pemain. Dara melihat Noufal, pria yang ditemukannya di bagasi mobilnya dan terus memperhatikannya dengan seksama

“Hei Dara, Kau kenapa?!”tanya Gadis

“Ah tidak hanya terkejut saja ada pertandingan semacam ini.”jelas Dara

“Btw walau sedang bertarungpun Evo memang tampan ya?”tanya Gadis

“Itu seh memang khayalanmu saja.”sahut Dara

“Pertandingan macam apa ini, baru pertaa kali ku lihat, pertandingan membereskan sampah?!”tanya seorang murid kepada murid lainnya

pertarungan semakin memanas, sampahpun semakin bertumpuk. Tinggal sedikit lagi pertandingan selesai tapi mereka terus saja bertarung.

Kesokan harinya mereka berdua distrap lagi. Evo karena tidak mengerjakan PR sedangkan Noufal karena tidur pada saat jam pelajaran berlangsung. Keduanya dikeluarkan pada waktu yang hampir bersamaan. Dan tanpa sadar mereka berdua saling bertatap muka beberapa kali. Kemudian mereka berdua tertawa terbahak- bahak karena merasa lucu setiap hari di-strap hampir bersamaan waktunya. Kemudian mereka berdua mendekat dan saling menjabat tangan dan keduanya memperkenalkan diri mereka masing- masing.” Evo.”ucap Evo.”Noufal.”dengan lantang.”tak disangka ya kita hampir setiap hari di-strap seperti ini.apa kau tidak merasa jenuh sedikitpun?”Tanya Evo.

“Bagaimana kalau kita pergi mencari seseorang?”ujar Noufal

Evo diselimuti kabut tanya

“Orang terpintar di Jakarta ini, bagaimana?”lanjut Noufal

Evo langsung berfikiran yang sama dengan Noufal dan keduanya lantang menjawab

“Untuk mengerjakan PR kita!!”

Lalu mereka bedua tertawa terbahak- bahak. Kedua guru merekapun yang sedang mengajar mendengar suara triakan mereka yang begitu kerasnya. Lalu kedua gurupun membuka pintu dan secara bersamaan meneriaki mereka berdua,”Jangan berisik.sekarang pergi ketengah lapangan dan hormat sampai pelajaran selesai.!!!”

“Uaaaaaah.”teriakan kedua anak nakal itu sambil berlari dengan kencangnya.

hayo kalo tidak cepat kita bisa dibunuhnya”

Saat di loker

“Evo, kau pasti pemain Sakte boarder yang handal?!”ujar Noufal

“Ah ini?”ujar Evo sambil mengangkat sedikit keatas skate boardnya

“Ia, mendiang ibu bilang ini adalah peninggalan satu-satunya dari ayahku sebelum ayahku pergi meninggalkan kami entah kemana. Ini harta paling berharga bagi ku meski itu menyakitkan, hanya ini kenangan yang aku punya tentang mereka.”ucap Evo

“Tapi belum pernah aku melihat skate board yang seperti itu,pasti ayahmu orang yang sangat hebat ya.” tanya Noufal

“Aku tak tahu apa pekerjaan ayah. Sampai ibu meninggal aku tak tahu ayahku itu seperti apa dan kenapa ayah meninggalkan kami.”ujar Evo

“Maafkan aku.”sahut Noufal

“Tak apa, lagipula aku menganggap ini sebuah beban bukan kenangan. Aku ingin sekali membuangnya tapi hanya ini yang kupunya.”Evo dengan nada yang gemetaran dan kepala yang menunduk

“Oh ya bagaimana denganmu sendiri?”tanya evo dengan menoleh kearah Noufal

“Aku?aku mungkin lebih sedikit beruntung dibandingkan denganmu, hanya saja aku yang tidak mensyukurinya.” Ujar Evo dengan kepala yang juga menunduk sambil memegang Philox-nya.

Evo di selimuti tanda tanya dengan kepala yang sedikit dimiringkan dengan mata yang meminta untuk dijelaskan.

“Aku yang pergi meninggalkan keluargaku, karena mereka tak mau mengerti tentang cita- citaku.” Lanjut noufal dengan senyuman yang sedih dan menyindir dan sambil memakai AT-nya

Evo masih dengan tatapan harapannya

“Kenapa? Baiklah Aku minta maaf, karena tak bisa mensyukuri apa yang kupunya.tapi ini pilihanku…,” ujar Noufal dengan tangan dipinggang dan kepala menunduk dan menghentakkan kakinya ke tanah

Evo hanya bisa terdiam

Kemudian ia mengangkat kepalanya dan dengan senyumannya ia mengucap,“Tentang jalan hidupku.”

“Lalu kini kau tinggal dengan siapa dan uang administrasi sekolah….bagaimana kau membayarnya?”ujar Evo dengan tangan kanan yang terangkat sedikit

“Oh soal itu, kini aku tinggal dengan penjaga sekolah. Mereka bersedia menampungku asalkan aku membantu mereka setelah pulang sekolah.”jawab noufal dengan dengan pose nice guy tapi mengarah kebelakang seakan menunjuk ke arah rumah penjaga sekolah.

Evo hanya tetap memandang Noufal

“Kalau soal uang ad’minitrasi kau tidak perlu cemas. Aku mencarinya dengan kerja paruh waktu atau mengikuti lomba grafity di berbagai tempat.Lihat ini”lanjut Noufal sambil mengangkat Philoxnya

“Tapi sekalipun tidak tertulis disini kalau pernah memenangkan lomba.”sahut Evo sambil membuka majalah mencari berita tentang kemenangan Noufal.

Dan dengan kepala menunduk expresi wajah yang sedih dengan effect sedemikian rupa jenis gambarnya Chibi,”ya itu benar sekalipun aku belum pernah memenangkan perlombaan.”

Lalu dia kembali ceria dengan senyum lebarnya,”tapi aku berjanji pada diriku sendiri kalau aku akan memenangkan semua jenis perlombaan di bidang grafity.”

Dan dia memasang wajah dengan alis ke atas dan kepala sedikit dimiringkan,”Karena ini cita- citaku dengan pengorbanan membuang keluarga, jadi aku harus bisa membuktikannya pada mereka serta dunia.”

Evo bengong dengan mulut yang sedikit terbuka terkagum kagum mendengar ucapan Noufal.lalu Evo menambahkan,”Semoga kau tidak merubah jalan hidupmu yang mengakibatkan satu keluarga lagi kecewa.”

“Janji lelaki adalah pertaruhan harga diri.”jawab Noufal dengan pasti dan mata yang meyakinkan

“Sekarang ayo kita bergerak.”lanjut Noufal dengan plot yang cukup besar memperlihatkan tubuh mereka berdua. Evo dengan pose tolak pinggang kanan dan memakai sweater serta skate board ditangan kiri, Noufal dengan gaya Rukuk dengan memakai AT, tersenyum dan celana yang dilipat ¾, lengan juga dilipat. Keduanya menghadap kearah pintu sekolah

Kemudian mereka menerobos dengan kencangnya keluar gerbang sekolah dengan plot yang besar tentunya.dan ada satpam yang tercengang dipinggir plot dan bertanya dengan tangan yang memegang topi satpam dan wajah yang sehabis tidur,”Hai Noufal mau kemana kalian? Ini masih jam KBM.”

Kemudian kedua berhenti

“Bapak tidak tahu ya kalau hari ini kelas dibubarkan cepat.”ucap Evo dengan kamera dibelakang telinga kanan Evo sambil Evo menoleh kebelakang

“Makanya jadi satpam jangan hanya tidur kerjaannya.”sahut Noufal dengan nada sindiran dan yang pasti dengan senyuman sindirannya

Lalu ada sebuah mobil bak lewat

“Hei Evo cepat kejar mobil itu!”sahut Noufal sambil menunjuk mobil bak yang telah lewat

Kemudian Noufal berlari mengejar mobil tersebut.

“Hei Noufal tunggu aku.”ujar Evo sambil mengejar Noufal

Kemudian keduanya pergi dan berhasil meraih mobil tersebut tapi itu di gambarkan dalam bentuk plot

Kemudian mereka berbelok dan melepaskan tangan mereka dari mobil bak tersebut.

Kemudian mereka berdua melintasi jalan di Djkart’s city dengan gaya bak pemain pro.saat melewati sebuah district kemudian muncul sekelompok brandalan melintas diatas kepala mereka berdua dan berhenti tepat di depan mereka. Dengan sigap Evo dan Noufal berhenti

“Evo kau kenal dia.?”tanya Noufal sambil kepalanya menoleh kearah Evo.

Evo ikut menoleh ke arah Noufal

“Seharusnya aku yang bertanya, apa kau kenal mereka.?”balik bertanya dengan nada yang lebih keras sedikit.

Kemudian keduanya diam sejenak dan menjawab serentak dengan kedua tangan terangkan dan kepala mereka berduan menggeleng- geleng,”Tidak tahu.”

“Ayo tinggalkan saja.” Lanjut Noufal sambil menjalankan AT-nya kembali, lalu Evopun mengikuti dibelakang.”Permisi.”

Setelah Evo melewati mereka belum ada selangkah Lalu datang sebuah pemukul base ball kearah Evo. Evo menoleh kea rah datangnya pemukul tersebut dan segera menghindar dengan cara menunduk dan menancap skate boardnya dengan kencang.

Dan menyusul dibelakang Noufal.

“Ayo kejar.”kata salah seorang diantara mereka

“Hey Noufal sepertinya mereka mulai mengejar kita.”tanya Evo

“Kalau begitu layani mereka dengan baik.”jawab Noufal dengan PD-nya

“Caranya?”tanyaEvo dengan raut wajah yang bingung

“LARIIIII!!!”dengan wajah yang ketakutan

“APAAA!!!kau menipuku ya!!!”marah Evo

Ketika Evo marah segerombolan orang- orang tersebut semakin mendekati Evo

“Hikkk.Hei Noufal tunggu aku.”teriak Evo

Kemudian Evo menancap gasnya dengan kencang. Setelah mereka berdua bersama lagi

“Hei Evo kita berpencar.”kata Noufal dengan raut wajah yang serius

“Apa maksudmu?”Evo bingung

“Permainan nasib.”sorot mata Noufal/ hanya closeup saja.

“Kita bertemu di taman kota 15 menit lagi bila kita tidak bertemu itu namanya nasib.”sambil memandang Evo seakan mengucapkan kalimat terakhir

“Hei hei…jangan menakutiku.”dengan wajah cemasnya

“Sekarang!!!berpencar.”Noufal pergi meninggakan Evo sendirian lalu ia meninggalkan district dengan cara melompat pagar dan menuju jalan raya yang lumayan besar

“Apaa!!!hei tunggu aku.”kemudian Evo berfikir

“Tapi bila aku tetap mengikuti Noufal tidak artinya strategi berpencar. Yang bisa aku lakukan agar terlepas dari kejaran mereka adalah….”Lari lari lari.”kenapa ini. Kenapa yang ada dalam benakku hanya lari, tapi lari kemana…kemana???”tanya Evo dalam hatinya sendiri dengan bimbangnya

“Kemana perginya yang satunya?”ujar salah seorang dari mereka

“Cepat cari yang satunya aku akan bereskan yang satu ini.”balas seorang yang memimpin mereka

“Apa yang kupikirkan sejak tadi. Ayo berpikir.”seakan memaksa otaknya untuk berpikir Evo

Seakan mendapat iham“Tunggu dulu bila berpencar artinya aku harus berlari berlawanan arah dengan Noufal.”dengan mata yang melotot

“Tapi itu sudah terlambat, lagipula aku tak tahu tempat yang ditunjuk Noufal lagi. Sialll.”menggerutu sendiri sambil melihat kebelakang ternyata para gerombolan masih mengejar mereka

Kemudian Evo melihat sekelilingnya,”hah dimana aku sekarang.”sambil kedua tangannya memegang kepalanya dan matanya seperti melihat dewa kematian.

“Matilah aku, apa yang harus aku lakukan sekarang.”dengan raut wajah yang sangat kusut

Sementara itu Noufal yang tetap berlari menghindar dari kejaran gerombolan itu melihat sekeliling mencari sesuatu. Melihat ke kanan dan kekiri sampai akhirnya Noufal memasuki daerah pasar

“Hem…”dengan senyumannya yang seakan iblis sambil menengok ke belakang

Lalu di lain pihak Evo hanya bisa nekat dan diapun berhenti seakan menantang para gerombolan tersebut dan me”mantek” mereka. Para gerombolan tersebut juga berhenti

“Aku tak tahu kenapa kalian mengejar kami tapi bila ingin menangkapku mari kita lakukan sebuah permainan terlebih dahulu.”dengan PD-a

Kemudian Evo sedikit menunduk. Para gerombolan tersebut juga bersiap- siap.

“Kalian siap?! Kita mulai.”plot mata Evo dengan mata para gerombolan

“Destiny Play.”serentak kedua belah pihak.

Di lain pihak Noufal masuk ke dalam pasar traditional yang modern dan memulai serangannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar